Akhir Tak Bahagia - Misellia

Malam ini
Bintang mengingatkanku padamu
Indah, terang
Seperti matamu yang s'lalu kupandang

* Lembut tutur katamu
Merdu tawamu, parasmu yang menawan
Buat diriku tak bisa lupa

Reff: Dari banyaknya insan di dunia
Mengapa dirimu yang aku sangka
Bisa temani hari-hariku yang tak selalu indah?
Walau kita tak bisa bersama

Kembali ke: *, Reff

Dipertemukan semesta
Walau berakhir tak bahagia

April - Fiersa Besari

Coba tanya hatimu sekali lagi
Sebelum engkau benar-benar pergi
Masihkah ada aku di dalamnya?
Karena hatiku masih menyimpanmu

Kisah kita memang baru sebentar
Namun kesan terukir sangat indah
Ku memang bukan manusia sempurna
Tapi tak pernah berhenti mencoba

Membuatmu tersenyum
Walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku

Reff: Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar?
Tangan siapa yang tak melepas?
Ku yakin aku
Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Karena ku yakin kau akan kembali

Ada engkau dalam setiap doaku
Sungguh aku rindu berbagi tawa
Kini kita tidak lagi menyapa
Biarlah hanya dari kejauhan

Melihatmu tersenyum
Walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku


Kembali ke: Reff

Huuu
Huuuyeeee 

Masih berharaaaaap
Karena kuyakin
Kau akan kembali

Terbang

Tak ada yang tak mungkin selama masih bisa bernafas di dunia,
Untuk tahu seberapa jauh kaki bisa melangkah
jangan kenal lelah, berjuang dengan tekad semangat pantang menyerah
Injak tujuh benua, seberangi tujuh samudra
Mencari ilmu, belajar dan bersekolah
Tak inginkah kau lihat senyuman bahagia dari dua bola mata kedua orang tua?

Awali dengan mimpi
Tegarkan jati diri
Tuk jadi pribadi yang dapat mandiri
Memang semua misteri kini dan esok hari
Teruskan usaha, doa sampai saatnya nanti

*
Tak usah berpangku tangan lagi
Tak susahkan orang lagi
Kita hanya diberi hidup satu kali
Raih semua kesempatan mari berlari ke tempat yang lebih tinggi

Reff:
Kubisa terbang
Karena kuyakin ku bisa lewati semua
Kita kembangkan sayap dan rangkul dunia
Rasakan indahnya

Bekerja keras bertekad kuat
Jangan  biarkan peluang terlewat
Begitu saja dari sekarang persiapkan diri dan jadilah hebat
Satukan visi visualisasikan
Susun misi matang dan rencanakan
Bergerak dan terus bergerak
Jangan pernah berhenti
Jangan tunda-tunda lagi

Kembali ke : *, Reff

Mata Hati (Ost Orang Pinggiran) - Erry Blind

Meski derita tak henti menerpa
Badai kehidupan yang datang menerjang
Ku takkan henti bertahan hingga nanti

Derita si kecil menyayat hati
Tangan yang lemah mencoba meraih
Mungkin suratan jadi orang pinggiran

Reff:
Lihatlah dan bukalah mata hatimu
Melihatnya lemah terluka
Namun semangatnya takkan pernah pudar
Hingga Tuhan 'kan berikan jalan

Nanana nanana nanana nanananana
Nanana nanana nanana nanananana

Kalam manusia tak lagi kuasa
Bagai sebutir debu yang tak berdaya
Lihatlah kini kita begitu rapuh

Reff:
Lihatlah dan bukalah mata hatimu
Melihatnya lemah terluka
Namun semangatnya takkan pernah pudar
Hingga Tuhan 'kan berikan jalan

Nanana nanana nanana nanananana
Nanana nanana nanana nanananana
Ooh...

Lihatlah dan bukalah mata hatimu
Melihatnya lemah terluka
Namun semangatnya takkan pernah pudar
Hingga Tuhan 'kan berikan jalan


Penulis lagu: Erry Erlangga

Demam Es Krim

Hari berganti hari. 
Hembusan angin membangunkanku untuk segera memulai pertempuran dengan diri. Pertempuran yang tak pernah berhenti. Ingin sekali saja aku mengalahkannya. Namun, kali ini ia tetap pada pijakannya. Tidur. 

Jam menunjukkan bahwa sudah terlalu lama aku membiarkannya tidur. Baju kaos itu mengisyaratkan bahwa aku harus segera bangun. Jika tidak, banjir lokal akibat keringat yang tak berfaedah memenuhi tempat tidurku. 

Oke. Akhirnya aku berhasil membangunkannya. Beranjak dari tempat tidur dan segera membasuh muka agar nyawa segera terkumpul. Aku harus menyudahi malas ini. Bangun dan lanjutkan beres-beres rumah. Lalu, bergegas menuju laptop untuk menyelesaikan tumpukan kewajiban. 

Tak terasa, sudah berlembar-lembar dapat aku tangani. Aku pun demam. Segera aku keluar untuk menemukan andalan bila panas akibat berperang di depan laptop. 

Akhirnya, es krim itu bisa kudapatkan untuk dirinya. Hari ini dia sudah mau berjuang. Ia layak mendapatkan self reward. :) 

Setelah itu, lanjut lagi yaa bos. :)

Perjuangkan Keringatmu

Hmm.. Begitulah yang kuliah ini nak. Ada manis asin asem pedasnya. Berat untuk jadi orang yang merasa pentingnya tanggung jawab. Apalagi untuk yang karakternya perfeksionis. Bagus karakternya, tapi di satu sisi ada sebuah kondisi dimana menjadi perfek punya tempatnya tersendiri. Artinya, gak semua bidang memerlukan hal-hal yang perfek. 

Kalo mamak boleh kasih saran, coba telusuri alasan dari teman-teman yang kurang peduli itu. Mudah-mudahan alasannya bisa diterima akal sehat ya. Dan bila enggak ada jalan yang kita harus tempuh. Namanya KEADILAN. Kata guru kakak, perjuangkan keringatmu sekalipun hasilnya tidak disukai. Sampaikan keluhan ke dosen secara pribadi (tanpa ada satu teman yang tahu) kalo kita nemu masalah yang membuat hasil kelompok kurang maksimal sementara kita sudah coba mengupayakannya.

Jadilah Wanita

Jadilah wanita yang dewasa. Dewasa dalam berpikir dan bertindak. Jadilah wanita yang tidak pernah merasa puas. Dengan begitu, kau akan terus belajar. Banyak hal yang harus diperbaiki. Banyak hal yang membuatmu sebagai wanita harus belajar memantaskan untuk layak diperjuangkan. Kamu layak mendapatkan yang terbaik. Maka, berikanlah versi terbaik dari dirimu. :')

Menjadi Dewasa

Memang benar adanya. 

Menjadi dewasa tidaklah mudah. 

Akan semakin banyak kau temui masalah dan belajar untuk menghadapinya. 

Menjadi dewasa menuntutmu untuk lebih terbuka dengan siapa saja. 

Kadang, tak semua yang terlihat dapat disimpulkan menjadi sebuah kebenaran. 

Biarlah Waktu

Semua semakin jelas. 

Sedari awal memang tidak seharusnya dijelaskan.

Ketika seseorang hanya butuh didengar, justru penghakiman yang ia dapatkan. 

Kau tak'kan mengerti karena kita beda kepala, beda isi hati. 

Percuma kita panjang lebar berkelana dengan kisah yang ingin kau ketahui jika kita berakhir dengan patahan yang kau beri. 

Sudah. 

Jangan tanyakan lagi. 

Biar waktu yang memperbaiki.

Akhir Tak Bahagia - Misellia

Malam ini Bintang mengingatkanku padamu Indah, terang Seperti matamu yang s'lalu kupandang * Lembut tutur katamu Merdu tawamu, parasmu y...